Posted on

Kata Mancini soal Hasil Undian Playoff Piala Dunia

Kata Mancini soal Hasil Undian Playoff Piala Dunia

Kata Mancini soal Hasil Undian Playoff Piala Dunia – Pelatih timnas Italia Roberto Mancini mengatakan teamnya optimis dan positif mendekati playoff Piala Dunia 2022 di bulan Maret. Gli Azzurri akan bertemu dengan Makedonia Utara di kandang sendiri di semi-final playoff dan akan menantang juara tandang Turki atau Portugal di final.

Dengan begitu Italia hadapi pekerjaan berat untuk pesan tempat di Qatar 2022, dan Mancini mengaku itu ialah undian yang susah untuk Nazionale. Itu dapat sedikit lebih bagus, itu betul,” kata Mancini ke RAI2. “Terang jika kami dan Portugal harus menaklukkan Makedonia dan Turki,” ungkapkan Mancini.

Baca Juga : Young Boys Kalahkan Man United di Liga Champions

Italia dan Portugal Satu Lajur di Undian Playoff Piala Dunia “Itu satu kaki, yang selalu memberi kesusahan. Kami optimis dan positif, khususnya di saat yang sedikit susah.”

Laga pertama ialah di kandang menantang Makedonia Utara dan akan dimainkan di Roma. Kami mempunyai group kwalifikasi yang luar biasa. Bahkan juga menantang Swiss kami patut menang, tetapi kami tidak,” kata Mancini. “Kami harus mainkan laga yang luar biasa, lalu kita saksikan di final.”

Ini Kata Mancini soal Hasil Undian Playoff Piala Dunia

Kata Mancini soal Hasil Undian Playoff Piala Dunia

Dengan begitu, Italia peluang berjumpa Portugal yang diperkokoh Cristiano Ronaldo. Italia harus hentikan si superstar supaya memperoleh peluang tampil di Qatar tahun depannya.

“Kami akan suka hati menghindar  Situs Agen Judi Slot Online Terpercaya mereka dan mereka kemungkinan ingin menghindar kami ,” lanjut Mancini. “Kami akan mainkan peluang final menantang mereka.” Joao Pedro sudah dihubungkan dengan peluang panggilan oleh timnas Italia, tapi Mancini tidak mau mengutarakan apa saja. “Ini belakangan ini, kita saksikan saja kelak,” ucapnya. “Kami mempunyai pemain bagus.

“Joao Pedro ialah penyerang yang mengagumkan, ia mengetahui sepak bola Italia. Tetapi tidak boleh lupakan apa yang sudah dilakukan beberapa pemain 4 bulan kemarin. “

Memperpanjang Kontrak, Southgate Bereskan Inggris sampai 2024 Mancini membantu Azzurri jadi juara Euro 2000 musim panas lalu dan mengharap untuk menyaksikan performa yang serupa pada bulan Maret.

“Mantra itu cuman diketemukan pada saat di situ, saat Anda bersama untuk beberapa waktu,” ucapnya. “Penting untuk mempunyai seluruh pemain yang ada.”

Jorginho tidak berhasil  Bandar Slot Game Online Terlengkap Indonesia  dalam dua penalti pemasti menantang Swiss dan sudah ada dialog mengenai siapa yang perlu bertanggungjawab di saat selanjutnya, tapi Mancini malu saat ditanyakan siapa yang hendak ambil penalti selanjutnya untuk Azzurri. “Kami mengharap mereka akan memberinya ke kami.”

Posted on

Roberto Mancini Sebut Swiss Mainkan Sepakbola Hebat

Roberto Mancini Sebut Swiss Mainkan Sepakbola Hebat

Roberto Mancini Sebut Swiss Mainkan Sepakbola Hebat – Team Nasional (Tim nasional) Italia akan melayani Swiss pada pertandingan ke-9 Group C Kwalifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Olimpico, Roma. Mendekati laga Roberto Mancini, rivalnya mempunyai permainan sepakbola yang luar biasa dan melawan.”Swiss mainkan sepakbola yang luar biasa.

Tiap laga menantang Swiss benar-benar Mark Langdon Angkat Berbicara Berkenaan Erling Braut Haaland melawan, kami harus bermain dengan kami, mereka akan lakukan yang terbaik, seperti kami,” kata Mancini dikutip dari Football Italia, Kamis (11/11/2021). La Nati-julukan Swiss- sanggup meredam seimbang Italia pada tatap muka pertama mereka di St. Jakob-Park pada September kemarin.

Jelang Italia vs Swiss: Roberto Mancini Sebut Swiss Mainkan Sepakbola Hebat

Roberto Mancini Sebut Swiss Mainkan Sepakbola Hebat

Pertandingan itu berlansung ketat Situs Bandar Game Judi Slot Terbaru dan usai dengan score kacamata.Simak juga: Giorgio Chiellini Cidera, Italia Masih tetap Dapat Sikat SwissGli Azzurri -julukan Italia-kini untuk saat ini menempati posisi teratas Group C. Mereka mempunyai nilai yang serupa dengan Swiss pada tempat ke-2 cuman beda gol.Carlo Ancelotti Tidak Ingin Bereskan Tim nasional Italia, Apa Argumennya?Walau demikian.

Mancini menjelaskan beberapa pemainnya Bandar Judi Online sudah tahu jika mereka harus tampil optimal untuk dapat amankan tiga point. Disamping itu, scuad Gli Azzurri sekarang ini tidak berbeda jauh dengan scuad yang memenangi Piala Eropa 2020 kemarin.

Beberapa pemain tenang dan konsentrasi. Mereka mengetahui kami harus pada keadaan terbaik untuk menang esok,” terang bekas pelatih Inter Milan itu.

“Kami sedikit berbeda semenjak Euro. Judi Slot Android  Kami mempunyai waktu untuk membenahi dan kami dapat jadi lebih kuat untuk Piala Dunia (tahun depan),” ujarnya. Tim nasional Italia tidak diperkokoh beberapa unggulannya. Mancini tidak dapat mainkan Ciro Immobile dan Giorgio Chiellini yang alami cidera.

Posted on

Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juara

Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juara

Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juara – Roberto Mancini dan tim Team Nasional (Tim nasional) Italia sudah diundang ke Istana Quirinal tempat Presiden Sergio Mattarella ada. Mereka segera ke tempat lokasi Presiden Italia tinggal karena barusan memenangkan Piala Eropa 2020.Memperoleh animo yang demikian mengagumkan dari beberapa simpatisan Italia, terhitung dari presidennya langsung pasti membuat Mancini dan tim berjulukan Gli Azzurri itu berasa suka. Dia juga mengucapkan terima kasih ke Mattarella dan simpatisan Italia karena sejauh ini telah memberikan dukungan mereka.Tanpa support itu, Mancini berasa susah untuk Italia untuk dapat keluar jadi juara Piala Eropa 2020. Mancini juga berasa senang sebab bisa diundang ke Istana Quirinal karena sukses bawa Italia memenangi persaingan empat tahunan itu.

Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juarai Piala Eropa 2020

Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juara

Kami senang ada di sini, di Istana Quirinal. Terima kasih ke Presiden (Mattarella) karena menjadi fans pertama kami, bersama dengan masyarakat Italia yang lain yang telah memberikan dukungan kami saat tampil di London, Munich, Florence, dan Roma,” kata Mancini, diambil dari Football Italia, Selasa (13/7/2021).Untuk Mancini dan Jorginho dan teman-teman, memenangi Piala Eropa 2020 terang jadi hal yang paling mengagumkan buat mereka. Karena mereka akan diingat sebagai team yang sukses memberinya gelar ke-2 Piala Eropa dalam riwayat sepakbola negara itu.Piala pertama Italia di gelaran Piala Eropa terjadi pada edisi 1968 . Maka, perlu waktu 53 tahun untuk Italia untuk dapat meraih piala ke-2 mereka di gelaran empat tahunan itu.

Mancini juga suka karena karena mereka, Italia pada akhirnya dapat rayakan kembali titel juara Piala Eropa. Dia juga berasa senang sebab bisa menolong Italia juara, ditambah mereka sukses mencatat sebuah halaman yang di cantik di buku riwayat sepakbola Italia. Negara ini pada akhirnya bias rayakan (titel juara) kembali, kami senang jika kami bisa memberikan mereka emosi ini, menulis salah satunya halaman paling indah dalam riwayat sepakbola kami,” ikat Mancini.

Kejelasan Italia memenangkan Piala Eropa 2020 didapatkan selesai menaklukkan Inggris di partai final yang berjalan di Stadion Wembley, London pada Senin 12 Juli 2021 pagi hari WIB. Italia persisnya menang melalui sinetron beradu penalti dengan score 3-2. Roberto Mancini Bangga Bisa Bawa Italia Juara Sinetron beradu penalti harus dimainkan karena di saat 120 menit, baik Italia dan Inggris sama kaut 1-1 . Maka, mau tidak mau di saat itu set penalti juga dimainkan dan Italia pada akhirnya sukses keluar jadi juara.

Posted on

Timnas Inggris Kalah Penalti di Final Piala Eropa 2020

Timnas Inggris Kalah Penalti di Final Piala Eropa 2020

Timnas Inggris Kalah Penalti di Final Piala Eropa 2020 – Pelatih Tim nasional Inggris, Gareth Southgate pasang tubuh atas kekalahan teamnya di Final Piala Eropa 2020. The Three Lions kalah 2-3 dari Italia melalui beradu penalti di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) pagi hari WIB.Hasil ini membuat beberapa punggawa The Three Lions harus mengikhlaskan piala juara jatuh ke tangan team musuh. Beberapa mempersalahkan beberapa pemain Inggris yang tidak berhasil lakukan eksekusi penalti.

Sudah diketahui, tiga penendang Inggris yaitu Bukayo Saka, Jadon Sancho dan Marcus Rashford tidak berhasil melakukan pekerjaan sebagai tiga penendang paling akhir. Namun, Southgate dengan tegas tidak akan mempersalahkan siapa saja atas kekalahan ini.Si pelatih malah masih tetap memberinya animo ke beberapa pemainnya selesai laga. Dia memberinya credit khususnya untuk beberapa pemain muda yang telah berusaha sampai ke titik optimal. Baca uga: Southgate Mengakui Tim nasional Inggris Kehilangan Style Bermain saat Temui Italia di Final”Tetapi kami tidak mempersalahkan siapa saja.

Timnas Inggris Kalah Penalti di Final Piala Eropa 2020, Southgate Pasang Badan 

Timnas Inggris Kalah Penalti di Final Piala Eropa 2020

Mereka betul-betul suka bekerja bersama, dan mereka sudah mengambil langkah lebih jauh dari yang telah kita kerjakan berlama-lama. Tetapi sudah pasti malam hari ini benar-benar menyakitkan di ruangan tukar itu,” tutur Southgate dikutip dari situs Football Italia, Senin (12/7/2021). Juventus, Team Antagonis dan Protagonis Italia saat Juara Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2020″Sudah pasti kami benar-benar sedih. Tetapi saya berpikir pertama kali beberapa pemain sudah memperlihatkan permainan terbaik. Mereka sudah memberinya semuanya yang mereka dapat,” sambungnya.Harry Kane dan kawan-kawan sebetulnya tidak tampil jelek. Mereka bahkan juga sukses pimpin terlebih dahulu melalui gol kilat Luke Shaw (2′).

Tetapi sesudahnya, Italia malah memimpin permainan. Gli Azzurri demikian kuasai jalannya laga sampai mereka sukses menyamai posisi dan pastikan kemenangan melalui beradu tos-tosan.
Keadaan itu dianggap oleh Southgate. Dia mengaku beberapa pemainnya telah memulai laga secara baik. Tetapi, pelatih 59 tahun itu tidak menolak team musuh sukses kuasai permainan.

Mereka tidak bisa menyaksikan diri sendiri dalam soal bagaimana mereka latihan, karena mereka tidak bisa melakukan kembali atau lebih bagus,” sambungnya. Terkadang mereka bermain baik sekali, terkadang kami tidak betul-betul jaga bola dengan lumayan baik. Khususnya pada awal set ke-2 ,” tandas Southgate.